Rabu, 17 Juni 2015

Perbedaan Mendasar antara MLM dengan Money Games

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara system bisnis MLM dengan money game - selanjutnya disingkat MG -, yaitu:

1.    Biaya Pendaftaran Keanggotaan
  • MLM : Bea pendaftaran sebagai member dalam bisnis MLM kecil karena hanya untuk mengganti biaya administrasi, seperti brosur, tas, starterkit, sampel produk, dll.
  • MG: Pada bisnis money game, biasanya uang pendaftarannya mahal, dari Rp200.000 hingga jutaan, mereka berkedok menjual produk yang sebenarnya berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan nilai uang yang dibayarkan, atau produk yang sulit dijual di pasaran. Melalui uang pendaftaran member, sponsor/upline mendapatkan profit secara langsung. Sehingga hal ini bisa berpotensi menimbulkan kerugian pada member yg bergabung di bawahnya (downline).
2.    Produk 
      Produk yang dijual di MLM:
  • Memiliki ijin Depkes, BPOM, atau bersertifikat luar negeri. 
  • Mudah dijual di pasaran karena harga dan kualitas masih rasional bagi konsumen.
  • Usaha masih dapat berjalan meski tidak memiliki downline.
  • Perusahaan memberi jaminan terhadap produk yang dijual.
  • Perusahaan memiliki departemen khusus yang menangani Penelitian dan Pengembangan produk. 
  • Keuntungan utama perusahaan adalah dari omzet penjualan produk, bukan dari membership. 
    Sedangkan pada bisnis money game: 
  • Produk biasanya tidak bisa atau sulit sekali dijual, bahkan pelaku sendiri enggan memakainya. 
  • Membership lebih penting dari produk atau dengan istilah lain tujuan dari transaksi adalah komisi dan bukan produk.
3.    Marketing Plan 
  • MLM : Perusahaan MLM yang murni memiliki planning pemasaran yang jelas, darimana asal keuntungannya, level atau peringkat yang bisa dicapai, passive income, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Bisnis MLM tidak mengenal sistem binary ataupun piramid dalam marketing plan-nya, tetapi menganut win-win sistem. Profit yg diperoleh upline mendatangkan profit juga bagi downline-nya. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yg lebih giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih tinggi dari upline-nya
  • MG : Sedangkan pada Money game, berlaku sistem binary ataupun piramid, dimana upline pasti dpt untung lbh besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para membernya.
4.    Surat Ijin APLI dan WFDSA.
 
APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan WFDSA (World Federation of the Direct Selling Associations), merupakan organisasi yg beranggotakan perusahaan MLM Direct Selling (Penjualan langsung) murni. Dalam organisasi ini ada departemen yang menyelidiki tentang sistem bisnis MLM apakah sesuai aturan atau tidak. Kedua organisasi tersebut juga berperan dalam memberi masukan kepada pemerintah tentang konsep MLM yang sebenarnya. Perusahaan moneygame tidak tergabung dalam anggota APLI dan WFDSA

5.    Pelatihan dan Support System
  • Perusahaan MLM memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk, "speciality skill" yang diperlukan untuk memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan dengan dibantu oleh para upline juga menyediakan support system untuk membantu perkembangan bisnis untuk para mitranya. 
  • Pada perusahaan money game biasanya menggunakan model pelatihan motivasi untuk 'cuci otak', memotivasi terus menerus kepada member agar terbina loyalitas dan semangat robotiknya. Seringkali member berubah menjadi tanpa perasaan, hilang sisi kemanusiaan dan rasionalitasnya.




Sumber
http://kristi-purnomo.blogspot.com/2011/12/bedanya-mlm-dengan-money-game-apa.htm

Perbedaan Mendasar antara E-Commerce dengan Retail Konvensional



Siklus Penjualan
Retail Konvensional
(Menggunakan Berbagai Media)
 E- Commerce
(Menggunakan Internet)
Mencari Informasi barang / jasa yang diperlukan
Majalah, katalog, surat kabar
Situs web
Memeriksa harga
Katalog tercetak
Katalog online
Memeriksa ketersediaan barang dan harganya
Telepon, faksimili
Situs WEB
Melakukan pemesanan
Surat, faksimili
E-mail
Mengirimkan pesanan
Surat, faksimili
E-mail, halaman WEB
Mengurutkan pesanan
Manual
Basisdata
Memeriksa barang di gudang
Bentuk tercetak, telepon, faksimili
Basisdata, halaman WEB
Menjadwalkan pengiriman
Bentuk tercetak
E-mail, basisdata
Membuat invoice mengirimkan pesanan
Bentuk tercetak pengirim
Basisdata pengirim
Konfirmasi pesanan
Surat, telepon, faksimili
E-mail
Mengirim dan menerima invoice
Surat
E-mail, EDI (Electronic Data Interchange)
Jadwal pembayaran
Bentuk tercetak
Basisdata, EDI
Mengirim dan menerima bukti pembayaran
Surat
E-mail, EDI